Tamim Ad-Dari Sang Penasihat

Namanya Tamim Ibn Aus ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, awal Perjumpaan dengan Nabi Sallallahu alayhi wasallam sekitar 628M. Ia adalah seorang pendeta Nasrani dari Palestin selatan. nama lengkapnya Tamim bin Aus bin Kharijah Ad-Dari, atau biasa disebut Abu ruqayyah r.a.

Ia termasuk diantara para sahabat yang berilmu banyak sehingga selalu diperhitungkan dan diembani tugas oleh Umar bin Khattab r.a, diera kenabian pun ia telah banyak memberi jasa pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan peribadatan, konon sempat diembani amanah (jabatan) sebagai penasihat pemerintahan. Di era Umar r.a ia termasuk salah seorang pertama diantara sahabat yang ditugasi menjadi Imam pada sholat Tarwih 11rakaat selain Ubay bin kaab r.a.

Mmenurut pengisahan para sahabat ketika itu sholat malam ramadhan atau istilah kita sekarang (tarwih) bisa berlangsung sampai fajar sehingga mereka harus menyediakan tongkat jika tak mampu berdiri lagi padahal hanya 11 rakaat , begitulah generasi sahabat, tak seperti kita sekarang , 13 rakaat tapi tak sampai 15 menit, Itulah kelebihan umat Islam Indonesia sekalipun banyak kekurangannya tetap saja dielu-elukan oleh para mufti jazirah Arab sampai palestina, bahkan di jaman Nabi pun gambaran tentang penduduk nusantara ini (lebih tepatnya umat akhir zaman dari barat sampai timur, bukan hanya indonesia) telah dinubuahkan oleh nabi sebagai umat terbaik lebih baik dari sahabat (tapi ada syaratnya) sampai-sampai kata Rasululah amalan seorang diantara mereka (jaman kita) dihitung amalan sepuluh orang.

Para sahabat bertanya sepuluh orang dari mereka atau sepuluh orang dari kami? Lantas Nabi menjawab , …Bahkan sepuluh orang dari Kalian. Enak kan, makanya harus ngikut gaya para sahabat setidaknya berusaha menyerupai mereka walau tak sampai sama, contoh mereka bagaimana, mereka amanah, Nabi bilang A mereka sampaikan A walau mereka kadang tak mengerti, itupun yang diikuti oleh generasi kedua, anak cucu mereka, kemudian cicit-buyut, mereka menyampaikan saja secukup-cukupnya.

Walau kondisi geopolitik mereka sangat penuh fitnah dan pembantaian ulama sana-sini. Mereka tak mencampuradukan risalah dan kondisi mereka dalam kitab-kita risalah mereka, sehingga hadits dan risalah alquran tak mengalami distorsi oleh pemikiran-pemikiran. Bangsa Arab dikenal sebagai bangsa yang maju. Ketika di Eropa tak ada Perpustakaan, khalifah Ar-rasyid telah memperkenalkan konsep perpustakaan karena terlalu banyaknya Alim Ulama menulis Buku.

Kembali kepada Tamim Addarry, Tamim addary termasuk sahabat periwayat hadits walau hanya sedikit, sekiranya 9 hadits yang terkumpul dari beliau dan termaktub dalam 6 kitab. Dari Albukhari hanya ada satu hadits. Hadits beliau yang paling terkenal adalah, Agama adalah Nasihat

عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (shahih Muslim)
Tapi jangan tanya Hadits Pulau Dajjal, hadits dajjal banyak dan semua disanadkan pada Tamim, karena belau yang mengalami langsung.

Tamim Addari termasuk sahabat yang suka menangis jika membaca Alquran Diceritakan bahwa Tamim ad-Dari pernah membaca surah al-Jatsiyah. Ketika ia sampai pada satu ayat, ia menangis dan mengulang-ulanginya sampai subuh. Ayatnya:

أم حسب الذين اجترحوا السيئات أن نجعلهم كالذين آمنوا وعملوا الصالحات

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan menyangka bahwa kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan shalih?” (Al-Jatsiyah: 21)

Semenjak memutuskan hijrah ke madinah untuk bertemu Nabi dan karena panggilan hatinya untuk pindah agama menjadi pengikut Muhammad sudah menjadi cita-citanya semenjak masih di Palestina. Ia sudah menetap di Madinah. Ia baru kembali ke kampung halaman setelah Utsman bin Affan R.a Terbunuh. Di Palestina Ia diembani satu Daerah kekuasaan luas yaitu Hebron.

Kemuliaan sahabat ini telah tertutupi oleh kisah Addajal, namun disisi lain Dajjal lah yang memanggil hati kecilnya untuk hijrah ke madinah memeluk islam, jadi ia sahabat yang telah melihat dan berdiskusi langsung dengan Dajjal. sepulangnya dari pulau itulah yang membuat hatinya tak tentram, kata-kata Dajjal “mengikuti nabi itulah yang benar bagi mereka” yang terus terngiang

2 thoughts on “Tamim Ad-Dari Sang Penasihat

  • February 20, 2018 at 6:15 pm
    Permalink

    Sangat bermanfaat namun akan lebih bagus jika kisah ini di jelaskan secara lengkap karena yang di atas hanya sepenggal masih ada kelanjutanya. Terima kasih

    Reply
    • February 21, 2018 at 2:28 am
      Permalink

      Terima kasih, semoga dapat kami lanjutkan pada tausiah yang berjudul “Daftar Sahabat Nabi yang berpengaruh pada isyarat Nabawiah Tanda Kiamat”

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *