Cara Membaca Kalimat “KAA-FA-RA” Di Kening Dajjal Bagian (5)

ilmuakhirzaman.net – Di bagian ke-empat artikel sebelumnya, kita telah membahas berkaitan dengan MisiI DAJJAL, bahwasanya Dajjal sudah memulai memainkan Misinya (dilepaskan dari belenggu Rantai) sejak Zaman Rasulullah SAW. Dan kita sudah bahas mengenai Periode misi Dajjal yang secara garis besar ada DUA. Pertama : PERIODE ALAM GHAIB (Samawat) dan yang kedua PERIODE ALAM NYATA yakni KELUARNYA DAJJAL SECARA FISIK.

Muncul pertanyaan berikutnya, DIMANA KAH DAJJAL MEMULAI MISINYA ? meskipun Pertanyaannya sederhana, tapi membutuhkan sebuah Subjek metodhologi rumit untuk menjawabnya.

Sebagai pembuka, Marilah kita sama-sama simak Hadist panjang (yang mungkin tidak asing lagi bagi anda) berikut ini :

Bismillahirrahmanirrahim…

“Suatu hari Rasulullah saw datang dengan tergesa-gesa seraya naik mimbar, maka diserukanlah, “hendaklah solat berjama’ah”, orang-orang pun berkumpul, kemudian beliau bersabda : “wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku tidak menyeru kalian untuk menakut-nakuti dan mengejutkan kalian, akan tetapi TAMIM AD-DARI telah menceritakan kepadaku bahwa sekelompok manusia dari penduduk Palestina telah mengarungi lautan, lalu mereka diterpa angin (badai) sampai terdampar disebuah pulau dari beberapa pulau di lautan. Tiba-tiba mereka bertemu dangan makhluk yang berambut panjang (berbulu-lebat) sehingga dia tidak diketahui apakah dia laki-laki atau perempuan karena Rambutnya sangat lebat, mereka bertanya, siapa kamu? Makhluk itu menjawab : ‘aku adalah Jassasah’ (mata-mata). mereka bertanya, ‘maukah kamu bercerita kepada kami?’, makhluk itu menjawab : ‘Aku bukanlah orang yang bercerita dan bukan pula yang meminta cerita kepada kalian, akan tetapi pergilah ke tempat peribadatan (biara) ini, di sana ada seseorang laki-laki yang memerlukan cerita-cerita dari kalian dan dia kan bercerita untuk kalian’. Kemudian mereka memasuki Biara, tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang laki-laki buta sebelah matanya dan terbelenggu rantai. Dia bertanya, ‘siapakah kalian? Mereka menjawab : ‘kami adalah orang-orang arab’. Dia bertanya lagi : ‘Apakah ada seorang Nabi yang yang diutus untuk kalian?’, mereka menjawab : ‘ya’, dia berkata : ‘apakah orang-orang arab mengikutinya?’, mereka menjawab : ‘ya’. Dia lalu berkata : ‘itu lebih baik bagi mereka’. Lantas ia bertanya : ‘apa yang telah diperbuat oleh orang-orang Persia? Apakah dia (Nabi SAW) dapat menguasainya (atau mengalahkannya)? Mereka menjawab, ‘Tidak!’. Dia lalu berkata, ‘sesungguhnya mereka akan dapat menguasainya’, kemudian dia bertanya lagi, ‘apa yang terjadi dengan mata air Zughar?’, mereka menjawab : ‘dia mengeluarkan air dengan banyak’, kemudian dia bertanya lagi, : ‘apa yang terjadi dengan pohon kurma yang ada di baisan, apakah ia memberikan kecukupan makanan?’, mereka menjawab : ‘yaa..untuk penduduknya’, kemudian ia berdiri dengan cepat, sehingga mereka mengira bahwa dia akan lepas, maka mereka berkata, “siapa kamu?”, dia menjawab, “aku adalah DAJJAL, aku akan menginjakkan kakiku ke sebuah penjuru bumi, kecuali Mekkah dan Taibah (madinah)’, maka Rasulullah saw bersabda : “aku khabarkan berita gembira wahai orang-orang muslim, (kota madinah) ini adalah Taibah yang tidak akan dimasuki Dajjal” (HR. AHMAD)

Diceritakan pula di Riwayat hadist yang lain, yaitu Shahih Muslim, bahwa Tamim ad-Dari bersama rombongannya yang berjumlah 40 orang yang kapalnya terhembus badai selama satu bulan penuh. Di Riwayat hadist yang lain juga diceritakan bahwa sosok Dajjal adalah Makhluk Raksasa hingga dalamnya lautan hanya semata-kakinya. Ia sosok makhluk bermata satu dan bertuliskan Kaa-fa-ra di keninggnya (sebagai simbol utama Dajjal)

Oke, jika anda sudah selesai membacanya, saya memohon anda untuk TIDAK TERGESA-GESA dalam menyimpulkan Hadist diatas, kali ini saya akan membawa anda ke alam bahwa sadar anda.

(sekedar pengalaman pribadi) Sebenarnya saya sudah mendengarkan hadist diatas sejak saya kecil yang dipaparkan oleh almarhumah ibu saya, begitu juga hadist diatas sering disampaikan kembali oleh ustadz-ustadz ilmu Akhir Zaman sehingga saya tidak asing lagi dengan hadist diatas, karena setiap pembahasan tentang Dajjal, hampir dipastikan menyertakan referensi hadist diatas, sehingga dalam benak saya berkesimpulan (waktu itu) bahwa Dajjal itu sesesok “Makhluk aneh” bermata satu yang saat ini sedang dibelenggu di sebuah “Pulau misterius”.

Namun, betapa kaget dan “aneh’-nya saya, ketika pertama-kalinya saya mendengar Ceramah Sheikh Imron Hosein yang berpendapat bahwa bahwa hadist diatas adalah sebuah mimpi/visualisasi/Penglihatan (bukan kejadian di alam nyata) dari seorang Tamim Ad-dari yang kemudian Mimpi tersebut diceritakan kembali oleh Rasulullah saw kepada para sahabat, sontak dalam hati saya berkata “aneh banget nih Imron Hosein, dari mana kesimpulan bahwa itu adalah mimpi? Sedangkan Rasulullah tidak menyebutkan bahwa itu adalah mimpi?”, karena Sheikh Imron tidak menjelaskan alasannya bahwa itu adalah Mimpi (karena gaya beliau yang selalu memberikan PR kepada murid-muridnya) dan beliau mengatakan “jangan dulu terima Opini saya sebelum anda cek bahwa pendapat saya benar, dan saya akan kecewa jika anda menerima pendapat saya begitu saja, jangan lah hina intelektualitas anda!”. Tentu saja kalimat tersebut membuat saya PENASARAN dan saya mencoba menemukan jawabannya bahwa itu adalah MIMPI, saya menganggap bahwa ini adalah PR BESAR saya yang harus saya selesaikan.

Setelah melalui proses merenung yang yang cukup lama, dengan kembali mempelajari kembali “Ulumul Qur’an dan Hadist” didukung kitab-kitab “ushul fiqih” yang membahas metode memahami nash, akhirnya saya yakin seyakin-yakinnya bahwa pengalaman Tamim ad-dhari itu adalah sebuah VISUALISASI MIMPI (sebagaimana pendapat Sheikh Imron) meski Rasulullah saw tidak menyebutkan bahwa itu adalah mimpi. Darimana jawaban itu saya dapatkan? Dan mengapa saya berani mengambil pendapat Sheikh Imron ini meskipun pendapat ini adalah pendapat pertama kalinya sepanjang sejarah Ijtihad dalam memahami hadist diatas?

Saya mendapatkan jawaban itu karena saya sendiri mencoba SATU PER SATU dengan berbagai-macam metodologi yang ada dalam ilmu hadist dan Ushul Fiqh! Karena hadist diatas adalah hadist Khabar, bukan hadist hukum Syara’, jadi sering kali ditemukan simbolisme-simbolisme didalamnya.
Secara garis besar, Hanya ada DUA METODE yang bisa anda gunakan dalam menyimpulkan hadist diatas.

1. Yaitu METODE TAFSIR secara TEXTUAL atau REDAKSIONAL atau MANTHUQ yang biasanya menjadi “andalan utama” kaum Wahabi dalam memaknai dalil, karena mereka bisa disebut “kaum textual” sampai-sampai sheikh Imron Hosein mengkritik mereka dengan mengatakan “Protestan di dalam Islam”, tentu ini bukan sebuah hinaan, karena dari dulu pun Rasulullah telah mewanti-wanti tentang “Najd”.

2. Yaitu METODE TAKWIL yaitu secara INTEXTUAL atau biasa kami sebut sebagai SIMBOLISME RELIGIUS.
Jika anda pernah belajar Study “Ulumul Qur’an dan Hadits”, tentu anda memahami kapan anda harus menggunakan Metode “Textual” dan kapan anda harus menggunakan “simbolisme”, karena itu semua ada Disiplin Ilmunya. Salah menempatkan dan menggunakan metode tersebut sering kali mengakibatkan “gagal faham” dalam memahami sebuah subjek. Jika kita mengkaji nash-nash di dalam al-Qur’an maupun al-Hadist, terkadang diungkapkan secara tersirat (implisit) dan tersurat (eksplisit), atau jika di dalam “ulumul Qur’an” dikenal dengan istilah “mutasyabihat”. Selain metode Tafsir, makna tersebut dapat ditemukan dengan menggunakan metode lain yaitu ta’wil, sebuah metode untuk menemukan makna batin (esoteris) dalam pengungkapan text.

Sekedar contoh :

Allah berfirman di dalam al-Qur’an (yang artinya) :
“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati” (QS al-An’am : 95)

Jika kita menggunakan metode Tafsir, maka ayat diatas bisa bermakna : “Mengeluarkan Burung dari Telur” atau “mengeluarkan getah karet dari pohon”

Namun, Jika kita menggunakan metode Takwil, maka ayat diatas bisa bermakna : “mengeluarkan orang beriman dari orang kafir” atau “orang berilmu dari orang bodoh”, karena ada keterangan yang lain bahwa orang kafir dan orang bodoh itu telah “mati” atau “terkunci” hatinya.

Kembali kepada hadist Tamim ad-Dari diatas..
Lantas, metode apakah yang TEPAT digunakan dalam memaknai hadist diatas? Metode TEXTUAL atau SIMBOLISME?

Marilah kita coba satu persatu ya? Agar kita bisa menilai secara “adil” dan “objektive”! oke?

METODE TAFSIR TEXTUAL

Marilah kita sama-sama mencoba memahami hadist diatas dengan METODE TAFSIR TEXTUAL/EKSPLISIT, sebagaimana yang banyak digunakan ustadz-ustadz akhir zaman dalam penjelasan Hadist di atas, jika anda memaknai dengan METODE TEXTUAL, mau tidak mau anda berarti memahami bahwa pengalaman TAMIM AD-DARI TERJADI DI DUNIA NYATA, DAN BUKAN DI DUNIA MIMPI, namun bagaimana konsekuensinya jika anda menggunakan metode ini?

1. Jika pengalaman dari TAMIM AD-DHARI adalah PERISTIWA YANG TERJADI DI ALAM NYATA, bahwa TAMIM bertemu dengan DAJJAL, maka hal itu akan bertentangan dengan Hadist tentang Dajjal yang lain bahwa Dajjal hanya bisa DILIHAT disaat ia telah KELUAR/KHURUJ di ALAM NYATA, sedangkan masa KELUARNYA DAJJAL DI ALAM NYATA harus melewati peristiwa PEMAKMURAN BAITUL MAQDIS >>> MALHAMA QUBRA >>> PENAKLUKAN KONSTATINOPEL sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist Sunan Abu Dawud, dan jangankan zaman Rasulullah, saat ini pun MALHAMA QUBRA BELUM TERJADI. Sedangkan pengalaman TAMIM AD-DARI adalah disaat DAJJAL TERBELENGGU, jangankan saat itu, meskipun DAJJAL sudah dilepas belenggunya dan memainkan 3 periode alam ghaib pun gak mungkin Dajjal bisa dilihat oleh kedua mata manusia, sedangkan TAMIM AD-DARI adalah makhluk yang bernama MANUSIA, hehe…jika itu adalah PENGALAMAN DUNIA NYATA/FISIK, mana mungkin Tamim bisa melihatnya?. selain itu pula, berkaitan dengan sosok Dajjal pun akan bertentangan dengan hadist yang lain, dimana ada Hadist yang menerangkan bahwa ketika Dajjal keluar kelak, Dajjal akan lahir dari rahim seorang manusia (sebagaimana pada umumnya) dan akan perpenampilan manusia biasa bersosok pemuda yahudi. Hayoooo??

2. Jika pengalaman dari TAMIM AD-DHARI adalah PERISTIWA YANG TERJADI DI ALAM NYATA, maka anda hanya bisa ber-kesimpulan bahwa Dajjal adalah “makhluk misterius” yang bersemayam di “Pulau Misterius”, jika kesimpulan itu yang anda dapatkan, anda hanya akan mendapatkan sebuah kisah yang “menarik” dan “menegangkan” saja seperti halnya cerita yang ada pada Film “Jurasic Park” atau “Ghozila”, karena anda gak akan mungkin bisa menghubungkan Dajjal dengan hal-hal yang berkaitan dengan Dajjal di awal zaman, Diantaranya Yahudi/Bani Israel, Yerusallem dan Nabi Isa.

Sedangkan Dajjal sendiri memiliki Misi khusus sebagai “Nabi Isa Palsu” yang erat kaitannya dengan sosok yang ditunggu oleh Yahudi di Yerusalem. Makanya jangan heran, jika anda pernah mendengar ceramah-ceramah ulama wahabi yang menceritakan Dajjal, mereka “memaksakan” menafsirkan Dajjal dengan PENGALAMAN DI DUNIA NYATA TAMIM AD’DARI, sehingga mereka terus mencari-cari pulau misterius dimana dajjal terbelenggu, dengan menggunakan “google maps” dan yang lebih lucu nya lagi pulau itu ada di laut selatan jazirah arab yang katanya ada pulau misterius.

Trus, yang bikin heboh adalah ketika viralnya seorang bayi yang bermata satu yang terjadi pada tahun lalu (konon katanya bayi dari Israel), kemudian mereka dengan semangatnya mengatakan, “DAJJAL TELAH LAHIR”, Hehe..yang lebih lucu lagi (menurut saya), bahwa Dajjal telah lahir di India yaitu orang yang bernama “Sai Baba”, yang rambutnya kribo itu loh? Tahu kan? Coba cari dach di Youtube..hehe

3. Pada faktanya, orang-orang yang menggunakan Metode Textual sebagaimana Ulama-ulama wahabi menafsirkan hadist diatas, kita akan mendapatkan kesimpulan dari mereka bahwa Dajjal untuk saat ini seolah-olah BELUM MENJADI ANCAMAN karena saat ini DAJJAL masih TERBELENGGU disebuah PULAU. DAJJAL bisa menjadi ancaman yang berbahaya hanya ketika DAJJAL KELUAR KELAK dengan sosok MAKHLUK RAKSASA BERMATA SATU, karena saat ini DAJJAL belum KELUAR, marilah kita nikmati secangkir kopi hangat dan sebatang rokok dji sam soe, mumpung Dajjalnya belum muncul. Hehehe..

Walhasil, dengan metode Tafsir ini, saya secara pribadi mengatakan bahwa tidaklah tepat jika kita terapkan dalam memaknai hadist diatas, tentu saja bukan tidak tepat dari sisi METODE TAFSIRNYA tapi “TIDAK PADA TEMPATNYA”, ibarat memotong kayu dengan Palu/hammer, bukan dengan Gergaji, tentu bukan Salah “Palu” dan “Gergajinya”, tapi yang salah adalah “penggunaannya”. Terlepas dari semua itu, kita hargai upaya mereka sebagai bagian dari Kajian Tsaqofah Islam karena kembali kepada sikap dasar kita sebagai hamba Allah yang meyakini “hanya Allah lah yang Maha Tahu.

Jujur aja, saya secara pribadi tetap curiga kepada penggunaan metode tersebut dalam menafsirkan hadist diatas yang selalu dihembuskan oleh ulama-ulama wahabi, “seolah-olah” menutup-nutupi SOSOK DAJJAL yang SEBENARNYA, bahwa DAJJAL sangat berkaitan dengan PERADABAN BARAT/ZIONIST

ISRAEL/NATO/AIPAC/IMF/DLL yang saat ini MENINDAS DUNIA. Coba dech anda bayangkan, jika mereka menyimpulkan bahwa Dajjal itu dibelenggu di sebuah PULAU dan mereka ternyata “menemukan” sebuah pulau terpencil di laut bagian selatan Jazirah Arab melalui “google map”, mana mungkin mereka bisa menghubungkan dengan peradaban barat yang saat ini menindas dunia? Tidak pernah kita temukan satu pun referensi sejarah bahwa peradaban barat itu lahir di bagian selatan jazirah arab! Apalagi menghubungkan Pulau tersebut dengan Yahudi Israel atau Dollar Amerika, waduuuh makin jauhh lah. Makanya, anda jangan heran ketika Saudi (gembongnya wahabi) merasa “enjoy” aja berpelukan dengan Donald Trump, karena (mungkin) mereka mengira bahwa Inggris, Amerika dan Israel tidak ada hubungannya dengan Dajjal.

METODE TAKWIL / SIMBOLISME RELIGIUS

Ta’wil adalah sebuah metode untuk menemukan makna batin (esoteris) dalam mengungkapkan text. Jadi, takwil dapat diartikan sebagai pendalaman makna (intensification of Meaning) dari Tafsir. Namun bagaimana bantahan ilmiah kita jika ada pihak yang selalu “nyinyir” dan memandang sebelah mata akan metode ini? Dan juga orang-orang Wahabi yang selalu Textual dalam memahami nash sehingga “pihak yang ber- Takwil” mereka katakan Bid’ah dan Khurafat ??Dan juga pihak yang memandang rendah Pendapat Sheikh Imron karena selalu mentakwilkan dalil?

Baiklah, kita kembali membuka kitab-kitab klasik maupun kontemporer yang membahas definisi/ terminologi Takwil sebagai DISIPLIN ILMU yang diakui sebagai sebuah Metodologi dalam ijtihad, diantaranya adalah :

Pertama : Ibnu Manzhur menyebutkan dua pengertian ta’wil didalam “Lisan Al-Arab”. a), Takwil adalah sinonim (muradhif) dari Tafsir. B) takwil adalah memindahkan makna zhahir dari tempat aslinya kepada makna lain karena ada dalil (lihat Ibnu Manzhur, Lisan…hlm :32)

Kedua : Al-Jurjani dalam kamus istilahnya yang terkenal “At-Ta’rifat, menyatakan “takwil” secara bahasa bermakna “kembali”, sedangkan secara Istilah bermakna mengalihkan Lafazh dari maknanya yang zhahir kepada makna lain (batin) yang terkandung di dalamnya, apabila makna yang lain itu sesui dengan al-Qur’an dan As-Sunnah” (lihat : Ali bin Muhammad, kitab al-Jurjani, penerbit Dar al-Kutub aliIlmiah, 1988, halaman 50)

Ketiga : Imam Haramain Al-Juwaini dalam kitabnya “Al-Burhan fi Ushul Al-Fiqh berkata, “Ta’wil adalah mengalihkan Lafadz dari makna zahir kepada makna yang dimaksud (esoteris) dalam pendangan penta’wil (abudl malik bin abudulah bin Yusuf al-Juwaini, Burhan fi ushul fiqh, Juz 1 hal 551).

Dan masih banyak lagi yang menerangkan metode Takwil, khususnya dalam memahami Hadist Khabar seperti hal nya hadist diatas, seperti pula yang dijaskan dalam Kitab “Al-Mushtafa Min Ilmi Al-Ushul”, “al-Ihkam Fi Ushul Al-Ahkam” dan termasuk kitab Ibnu Taimiyah, “Al-Iklil”.

Ada 3 macam penggunakaan takwil :

a) Ta’wil li al-Qaul (Takwil lewat Perkataan), contohnya : ketika Rasulullah mengibaratkan masyarakat muslim itu bagaikan dalam sebuah Perahu (safinah)

b) Ta’wil li al-Fi’l (takwil lewat perbuatan), contohnya : seperti perbuatan Khidir melubangi Perahu, Membunuh seorang anak dan menegakan kembali bangunan yang roboh (Qs al-Kahfi : 82)

c) Ta’wil li ar-ru’ya (takwil lewat pengalaman mimpi) seperti perkataan Nabi Ya’kub kepada putranya Nabi Yusuf AS, dan juga Tafsir mimpi Nabi Yusuf as (qs yusuf : 6 dan 100)

Artinya apa? Bahwa METODE TAKWIL sudah diakui sebagai sebuah metodologhi yang sah dalam hal Ijtihad. Kecuali Takwil dalam perkara Aqidah, Tauhid dan Dzat serta sifat Allah swt. Lantas kenapa masih ada yang merasa heran dengan penakwilan Sheikh Imron? kan dari dulu memang sudah ada?

Justru yang lebih saya herankan lagi adalah, ketidak-konsistenan Wahabi dalam menggunakan Metodologi, atau jangan-jangan tidak punya Methodologi. Coba anda bayangkan, ketika Hadist Khabar yang bukan bagian dari Ushluddin di takwilkan, mereka mengomentari bahwa hal itu khurafat dan mengada-ngada. Tapi anehnya, disaat yang sama justru mereka berani mentakwilkan Tauhid menjadi tiga bagian? Apakah ada dalil nya? Hehe, yang lebih parah lagi berusaha mendeskripsikan dengan tafsir textual akan dzat dan sifat Allah swt yang ada di dalam al-Qur’an, seperti “Allah duduk diatas arsy-Nya” dll

Kembali kepada Hadist Tamim ad-Dari diatas..
Jika dengan metode tafsir ternyata kurang tepat dalam memahami Hadits Tamim Ad-Dari diatas, maka apakah Salah ketika Sheikh Imron Hosein menggunakan TAKWIL dalam memahami hadist tersebut? Bukan kah METODHOLOGI TAKWIL sudah diakui sejak zaman shalafussalih dulu? Meskipun Sheikh Imron memiliki buku Metodhologi sendiri yakni judul bukunya “The Method of Study for Qur’an”.

Jika kita menggunakan Metode Takwil dalam memahamai hadist Tamim diatas (Takwil li Ar-Ru’ya), maka kita bisa mendapat kesimpulan bahwasanya Pengalaman Tamim ad-dari tersebut adalah sebuah Mimpi/Visualisasi/Penglihatan.

Namun, jangan salah faham dulu! Mimpi Tamim ad-dari bukanlah mimpi biasa, bukanlah mimpi sekedar “buah tidur”, tapi ini adalah mimpi yang mengandung “isyaroh” atau petunjuk melalui simbolisme-simbolisme didalam mimpi tersebut, apalagi mimpi ini disampaikan oleh baginda Rasulullah saw kepada para sahabat, tentunya mimpi Tamim ad-dari bukanlah mimpi biasa, sehingga Rasulullah saw merasa penting untuk disampaikan kepada para sahabat.

So, jika pengalaman Tamim adalah sebuah mimpi, tentunya kisah-kisah dalam mimpi tersebut mengandung “Simbolisme-simbolisme” sebagai petunjuk bagi kita, seperti :

1. Makhluk yang berbulu lebat yang bernama JASSASAH atau MATA-MATA

2. Pulau tersebut terdapat Kuil-kuil, di hadist yang lain digambarkan bahwa kuil-kuil tersebut dalam keadaan hancur.

3. Ada sosok bernama Dajjal yang bermata satu dalam keadaan terbelenggu

Dari kisah Tamim Ad-Dari diatas, pertanyaan yang paling mendasar adalah, DIMANAKAH/PULAU APAKAH ITU?

Kami berpendapat bahwa PULAU itu adalah PULAU BRITANIA atau kalau sekarang dikenal dengan ENGLAND atau INGGRIS. Disana lah tempat awal DAJJAL memainkan Missinya diperiode pertama alam ghaib (samawat).

Jangan dulu percaya dulu akan pendapat ini, sebelum anda mengecek dulu kebenarannya bahwa pendapat ini benar. Ok?

Kami berpendapat bahwa PULAU DAJJAL dimana tempat bertemunya rombongan Tamim ad-Dari adalah Pulau BRITANIA, bukanlah menggunakan metode perdukunan, bukan hasil dari ngitung kancing, bukan hasil curat-coret kayak nebak nomor togel, NO! Namun pendapat ini adalah hasil dari Penggunaan metode TAKWIL dan SIMBOLISME-SIMBOLISME RELIGIUS yang ada hubungannya dengan apa yang terkait dengan asal-muasal Dajjal, analisis sejarah, diantaranya Sepak Terjang Yahudi, Nabi Isa, Bangsa Khazaria, Serta deduksi logis dan yang terakhir dari realitas sepak terjang BRITANIA itu sendiri.

Ada beberapa alasan mengapa kami berpendapat bahwa itu adalah PULAU BRITANIA ? Dan dari BRITANIA/INGGRIS lah Dajjal mulai dilepas belenggu/memainkan misinya lewat alam ghaib!

PERTAMA : DARI SISI JALUR GEOGRAFIS LAUT YANG DILALUI OLEH KAPAL ROMBONGAN TAMIM AD-DARI.

Tamim ad-Dari beserta 40 sahabatnya pergi dalam sebuah kapal, Jadi kita harus mencari sebuah laut yang ada diwilayah jazirah Arab, dan bagian arab tersebut letaknya di Madinah. Sebelah utara Madinah ada Yerusalem/Palestina.

Jadi hanya ada dua kemungkinan laut yang bisa dilalui oleh Kapal Tamim tersebut. Yaitu LAUT MERAH dan LAUT MEDITERANIA. Oh iya, jangan lupa! Waktu itu Kapal hanya menggunakan tenaga Angin, bukan MESIN! Karena Kapal Mesin (uap) pertama kali di dunia baru tercipta tahun 1803, yakni Kapal “Charlotte Dundas”yang dibangun oleh William Sumnington (Skotlandia).

Dalam perjalanan berlayarnya, kemudian sebuah badai datang dan menghembuskan atau mengombang-ambingkan kapal tersebut selama satu bulan. Karena hal itu, tentu saja tidak mungkin itu terjadi di laut Merah. Mengapa? Coba aja lihat di Peta, bagaimana letak geografis Laut merah sebagai Laut Pembatas antara Arab dan Mesir, bukankah laut tersebut sangat lah sempit? Jadi jika sekiranya ada kapal yang terhembus badai di Laut Merah, hanya beberapa menit kemungkinan besar bisa ketemu daratan. Jadi, marilah kita lupakan LAUT MERAH!

Tinggal satu kemungkinan lagi, yaitu LAUT MEDITERANIA. Jika anda bertanya, apakah mungkin dari Pesisir Laut Meditarania bisa nyampe terdampar di Pulau Britania/Inggris? Dan saya akan balik bertanya, bukankah dulu pedagang Yaman (sebelum Nabi Muhammad lahir) bisa nyampe Nusantara dengan menggunakan Kapal angin? Ingat, bibit kopi arabica yang ada di Indonesia itu berawal dari pedagang YAMAN!, Sedangkan bibit kopi Robusta itu dari Afrika! Kok bisa nyampe ke Indonesia? Padahal dulu gak ada Fedex express? Begitu juga dengan Amerika yang lahir lebih dari 270 tahun yang lalu kok bisa nyampe daratan afrika? Hayooo??

Kalau masih gak percaya, marilah kita kaji secara ilmiah. Silahkan anda buka Peta Laut Mediterania yang berada di utara Jazirah Arab! dan juga anda pelajari tentang “Angin Darat”(land Breeze) dan “Angin Laut” (Sea Breeze), Angin Darat adalah angin yang berhembus dari arah darat ke laut yang umumnya terjadi saat malam hari , sedangkan Angin laut adalah angin yang berhembus dari arah laut ke darat yang umum terjadi di siang hari, namun jika sudah lewat batas pantai, “rumus” angin darat maupun angin laut sudah tidak berlaku lagi, ukuran normalnya (tanpa badai) kecepatan angin lautan lepas adalah lebih dari 8 KM/jam.

Bayangkan oleh anda, jika Kapal yang ditumpangi Tamim Ad-dari terkena angin badai yang tentu saja pasti diatas kecepatan angin normal, maka jarak Laut Mediterania ke Pulau Britania/Inggris, sangat logis jika ditempuh dalam 30 hari. Ini kalau kita mau pakai rumus ilmiah loh!

Maka, jika Tamim Ad-Dari itu berlayar dimulai dari titik Laut Mediterania dan terhembus angin serta gelombang badai, maka besar kemungkinan ia akan bergerak ke Arah barat dengan melewati laut utara tunisia >> laut utara al-jazair >> laut utara casablanka/laut selatan spanyol, kemudian jika dari laut casablanka itu arah angin ke utara, maka kapal Tamim akan bergerak menuju laut barat Lisboa, laut barat perancis dan kemudian sampailah di “pulau Dajjal” yang bernama BRITANIA/INGGRIS.

Bagaimana dengan pendapat Ulama Wahabi yang katanya Pulau Dajjal ada di selatan Jazirah Arab? tentu saja secara ilmiah, sangat dan sangat gak masuk akal, mengapa? Kalau mereka bisa berfikir logis, Tamim itu kan orang Arab Palestina, kalau dia mau berlayar di wilayah laut selatan, maka ia harus jauh-jauh melewati darat terlebih dahulu! Karena laut selatan yang dikenal dengan pelabuhan waktu itu adalah di wilayah pantai selatan Yaman dan di laut Basrah (iraq), itu pun wilaylahnya sempit seperti laut merah, maka besar kemungkinan gak nyampe waktu 30 hari karena dalam beberapa menit saja akan ketemu daratan Uni Emirate Arab, jika terjadi badai..hehehe…

Jadi, itulah DEDUKSI LOGIS mengapa kami berpendapat pulau dajjal adalah BRITANIA/INGGRIS.

KEDUA : JASASSAH/MATA-MATA

Dalam hadist tamim ad-dari dijelaskan ada sesosok makhluk yang berbulu lebat, sehingga sulit dikenali apakah ia Laki-laki dan wanita. Eh..eh…ingat ya! Kita sedang menggunakan metode Takwil/Simbolisme! Jadi jangan gunakan makna tersurat, ok? Apalagi didalam hadist tersebut dinyatakan bahwa ia adalah JASASSAH alias MATA-MATA (tajassus). Tugas mata-mata/spionase itu dilakukan oleh semacam Detective atau Intelegent atau Agen Rahasia. Lalu apa hubungannya dengan Inggris? Nah….kalau anda mendalami sejarah Inggris, maka PASTI akan anda dapati bahwa salah satu ke-identikan Inggris adalah kemampuan spionase/intelegent nya, pernah nonton Film “Skyfall” kan? Itu loh film yang bertokohkan James Bond 007? Siapa dia? Kan agen rahasia…hehe..meskipun itu adalah cerita fiktif, biasanya Film pun menggambarkan sebuah realita.

KETIGA : BIARA-BIARA YANG HANCUR

Biara adalah simbol tempat ibadah, sedangkan kehancuran menggambarkan bahwa tempat ibadah sudah tidak dipedulikan lagi. Lantas, apa hubungannya dengan Inggris? Ingat! Inggris adalah bagian dari dunia KRISTEN BARAT! Dan Inggris pula-lah sebagai cikal bakal Peradaban barat yang berfaham SEKULERISME! Jika kita buka Kamus Bahasa Inggris “Oxford”, sekulerime diartikan “no religion”, namun jika kita istilahkan kepada bahasa arab, terminologi Sekulerime adalah “fasluddin ‘anil hayah”, yakni memisahkan antara Agama dengan Kehidupan.

Dalam perspektif faham Barat, agama itu adalah wilayah Privasi dan gak boleh dibawa ke wilayah Publik, bahkan kehidupan barat yang sekuler itu sudah tak sudi bahkan malu bila menyebutkan Identitas agamanya, mereka lebih bangga mengatakan “saya adalah orang perancis”, “saya adalah orang Inggris”, “saya adalah orang Italia”, dan mereka sudah malu mengatakan “saya adalah orang kristen”, maka itulah yang membedakan antara Kristen Barat (termasuk di Inggris) dengan Kristen Timur, yang oleh Allah sendiri tersirat dikatakan didalam al-Qur’an surah al-Maidah :82, yaitu Kristen yang menyatakan “Inna nashaaraa” (sesungguhnya kami adalah orang-orang Nashrani/Kristen), sebagai simbol bahwa Kristen Timur masih memerhatikan masalah agamanya, bahkan kelembagaan spiritualnya.

Karena Kristen barat sudah “disekulerkan”, maka jangan heran dengan Realita Inggris dewasa ini!, meskipun negara tersebut mayoritas Pemeluk Kristen, namun hanya 4% saja yang rutin ke Gereja, bukan hanya itu, mereka telah banyak menjual Gereja-gereja, bahkan merubah Gereja menjadi Restaurant!

Mereka sudah tidak lagi mempedulikan nilai-nilai agama, homoseksual yang jelas-jelas diharamkan dalam agama Kristen pun, karena sudah “ter-sekulerkan” maka homoseksual pun menjadi boleh, Tuhan pun sudah tidak ada dalam pola sikap mereka, lihatlah slogan mereka : “vox vovuli vox dei” yaitu Suara Tuhan adalah suara Rakyat, jadi Firman Tuhan dengan Ocehan Manusia itu hanya beda tipis, setipis kulit kondom! Bahkan gak ada bedanya sama sekali! Kedalulatan pun bukan lagi milik tuhan, tapi milik Negara, sedangkan Negara dikendalikan oleh para pemilik modal hingga hukum pun bisa diotak-atik oleh kaum berduit, terutama Para Elit Global Pengusaha (seperti Dinasti Rothchild), kalau kita bicara terminologi “Syirk” yakni Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, maka sangatlah pantas jika jari telunjuk kita diarahkan kepada peradaban barat modern.

Bagi mereka, agama sudah dibuang ke tong sampah! Kelembagaan spiritual pun hampir tidak ada lagi, bahkan nilai-nilai agama seringkali dibuat guyonan, bahkan jika ada pihak yang menghina agama sekalipun, mereka dilindungi oleh negara dengan atas nama “Human Right” atau atas nama “The Freedom of Expression”.

Itulah realitas Inggris dari dulu hingga saat ini, dan itu pula yang menguatkan pendapat kami tentang arti “Biara-biara yang hancur” yang terletak di “PULAU DAJJAL” yakni INGGRIS.

KEEMPAT : BRITANIA/INGGRIS lah yang paling erat hubungannya dengan Yahudi Israel.

Seperti yang dijelaskan di artikel Dajjal ini dibagian sebelumnya, bahwa Dajjal adalah sosok yang erat kaitannya dengan Yahudi, mengapa? Karena Dajjal adalah Nabi Isa Palsu, dalam Eskatologhi Kristen diistilahkan “anti-chirst” dan Rasulullah saw sendiri menggelari “Masih Ad-Dajjal”.

Dajjal adalah bagian bentuk hukuman dari Allah swt kepada Yahudi yang dahulu membangkang dan mengingkari kedatangan Al-Masih yang asli, yakni Nabi Isa AS. Maka, Allah swt menciptakan sosok yang selalu ditunggu-tunggu oleh Yahudi yang mereka menganggapnya “Al-Masih yang asli” padahal “Palsu” alias DAJJAL (sebagai balasan tipu daya mereka, Allah pun membalas dengan Tipu daya lagi).

Saat mereka terusir dari Tanah Yerusallem untuk yang kedua kalinya. Kelak Dajjal akan memimpin Yahudi dalam sebuah Negara yang wilayahnya dari sungai Nil hingga sungai europrat dan yerusalem lah menjadi pusat komandonyaa, ia adalah ISRAEL STATE yang sekarang sedang tumbuh dan berkembang.

Pertanyaannya adalah, siapakah yang mengembalikan Yahudi ke Yerusallem dan mendirikan Negara disana? Jawabannya adalah BRITANIA/INGGRIS

Inilah fakta-fakta Inggris yang tidak terbantahkan :

– Adalah Tentara Inggris lah yang mengalahkan tentara kerjaan Islam Ottoman tahun 1924 yang kemudian mengambil-alih kuasa/kontrol atas Yerusalem

– Adalah Inggris yang mengeluarkan Deklarasi Balfour tahun 1917 yang kemudian yahudi dari seluruh penjuru dunia mulai hijrah ke Yerusalem.

– Adalah Inggris yang menguasai Yerusalem yang telah di amandemen dan diberikan oleh PBB (United Nation) dari tahun 1918 hingga tahun 1948

– Adalah Inggris yang memimpin lahirnya Negara Israel pada tahun 1948.

Dan sejarah pun mencatat bahwa :

– Inggris lah yang pertama kali mendirikan Bank Central pertama didunia, yang kemudian hari ini terciptalah Sistem Moneter barat yang menindas dunia, yang sengaja diciptakan elite yahudi.

– Kerajaan Inggris lah yang pertama kali ditaklukan Rothchild, sang master mind masonik yahudi, yang kemudian menaklukan perancis melalui “France Revolution”

– Inggris lah yang kemudian bercokol pengusaha-pengusaha yahudi dari keturunan bangsa Khazar (bangsa non-bani Israel yang memeluk yahudi yang kemudian terbentuklah persekutuan Zionis)

– Inggris lah yang turut berkontribusi besar dalam terbentuknya NATO.

Maka dari itu, kami yakin seyakin yakinnya bahwa Pulau Pertama dimulainya Misi Dajjal adalah BRITANIA/INGGRIS.

Jika anda memilih “pulau lain” saya menghargai pendapat anda! Namun, mohon berikan alasan kepada kami, apakah pulau yang anda pilih tersebut ada hubungannya dengan apa yang terkait dengan Dajjal beserta Misinya yang dijelaskan tersirat di dalam al-Qur’an maupun al-Hadits? Silahkan kita bertukar pendapat, bukan berdebat!

Jadi kesimpulannya : bahwa Dajjal telah memainkan perannya di alam Ghaib sebelum kelak muncul dalam bentuk Fisik. Sistem Peradaban barat yang penuh dengan Kedzaliman dan Penindasan, apakah itu Sistem Politik, Ekonomi, Moneter, Militer, Style life dan hampir disemua dimensi kehidupan, ketahuialha bahwa itu bukti bahwa Dajjal telah memainkan misinya dari alam Ghaib, sebagaimana Iblis sang makhluk Ghaib yang menggoda Manusia di alam nyata untuk melakukan kemaksiatan. Dan misi itu dimulai dari INGGRIS.

Insya Allah, dibagian berikutnya kita masuk ke pembahasan 3 Tahapan Dajjal di alam Ghaib dalam memainkan Negara Super Power barat yang menindas dunia hingga terciptanya UNIPORAL ISRAEL STATE!

Semoga bermanfaat..

Wassalamualaikum.wr.wb

Sahabatmu..
Sobar Fatih (The Truth Seeker)

One thought on “Cara Membaca Kalimat “KAA-FA-RA” Di Kening Dajjal Bagian (5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *