Cara Membaca Kalimat “KAA-FA-RA” Di Kening Dajjal Bagian (3)

ilmuakhirzaman.net – Sejak kecil, anda mungkin sering mendengar pembahasan atau setidak-tidaknya kata Dajjal sebagai subjek yang menarik dan semakin membuat anda penasaran. Namun sayangnya, banyak pembahasan tentang Dajjal yang terkesan “sekedar hiburan” layaknya cerita horor semodel “Suster Ngesot”, “hantu tanah kusir”, “kembalinya nenek gayung”, atau paling bagus cerita legenda seperti “Nyi roro kidul”, atau sebuah fenomena seperti “misteri segitiga bermuda”. Sehingga yang menyimak subjek tentang Dajjal tertarik bukan pada sisi “peringatan” nya, tapi dari sisi “entertaintment”nya.

Disadarai atau tidak, banyak diantara kita yang “gagal faham” tentang Dajjal ini, seolah-olah Dajjal itu dianggap “berbahaya” ketika keluar ke bumi ini kelak, dengan sosok makhluk raksasa semodel “Ghozila” bermata satu yang geraknya secepat kilat yang kelak akan menyesatkan banyak manusia menjadi kufur kepada Tuhannya.

Nah, sudah saatnya, dengan membaca artikel ini, anda buang jauh-jauh persepsi-persepsi tersebut dan buang ke laut!! Karena setelah saya amati, para pengkaji Dajjal hanya mengandalkan tafsir tekstual semata dan ditambah dengan “Khurafat-khurafat” fiktif belaka sehingga kisah tentang Dajjal ini didramatisir sebagai “bumbu” kisah yang menarik dan menegangkan.

Padahal sesungguhnya Dajjal adalah ancaman sejak dulu, khususnya sejak zaman Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu sampai sekarang dan sampai keluarnya Dajjal berupa Fisik ke bumi ini, Dajjal sudah memainkan perannya sejak dulu sampai detik ini, bukan hanya ancaman disaat keluarnya secara Fisik kelak.

Ketika anda saat ini menyaksikan tontonan “Kemunafikan”, “Adu-domba”, “genosida”, “Propaganda”, “Fitnah dan Hoax”, “Pemberontakan”, “Penjajahan dan Penindasan”, “Krisis Ekonomi Global”, “Arogansi” dan lain sebagainya, termasuk masalah Suriah, Lybia, Palestina atas penjajahan Zionist, ketahuilah bahwa itu bukti bahwa peran Dajjal sudah bermain, tapi dimana Dajjalnya ?? untuk menjawab “Dimana Dajjal berada Saaat ini”, saya balik bertanya kepada anda, “apakah anda yakin Jin, Syetan, dan Iblis” ada disekitar anda? Saya yakin anda akan menjawab “Yakin”, karena anda menyadari ketika anda melihat banyak maksiat dimana-mana seperti pembunuhan, perampokan, pemerkoasaan, korupsi, termasuk ketika anda sering ketinggalan sholat subuh karena “kebablasan” bangun jam 8 pagi (hehehe), itu adalah bagian dari peran Syetan. Betul?

Nah, mengapa anda tidak mempercayai “keberadaan Dajjal” hari ini yang ada disekitar anda? Padahal, Dajjal ada di dimensi Ghoib juga sebaimana Jin, Syetan dan Iblis.

Apa penyebab utama banyak orang yang tidak menjelaskan DAJJAL secara komprehensif sehingga tidak mampu menemukan substansi dari pembahasan DAJJAL ?

1. karena mereka beranggapan bahwa DAJJAL tidak dijelaskan di dalam al-Qur’an tapi dijelaskan di dalam hadist-hadist nabi SAW saja!, padahal Justru inti dan misi Dajjal yang paling utama ada di dalam AL-QUR’AN meskipun kata DAJJAL tidak ada satupun di dalam al-Qur’an.

2. Mereka tidak memahami latar belakang  Dajjal di awal zaman, mereka hanya memahami misi DAJJAL di akhir zaman sehingga mereka tidak mampu “menyambungkan” dari EPISODE AWAL hingga EPISODE AKHIR terkait dengan DAJJAL yang banyak bertebaran di Hadist. Padahal DAJJAL sangat erat hubungannya dengan pembahasan Yerussalem, Bani Israel, Kisah Nabi Isa (AS) dan kisah-kisah nabi Bani Israil yang lainnya, Ya’juz dan Ma’juz yang dijelaskan secara rinci di dalam al-Qur’an. Karenanya maka, Sheikh Imron Hosein membuat buku tentang Subjek Dajjal berjudul “ DAJJAL (anti-Christ), THE QUR’AN AND AWWAL AL-ZAMAN”

Sebetulnya apa sih inti dari Dajjal ?
Camkan baik-baik! Dajjal adalah AL-MASIH PALSU atau “NABI ISA HOAX” (FALSE MESSIAH), sekali lagi saya katakan bahwa DAJJAL = NABI ISA PALSU…ingat! bukan sekedar Makhluk sebagai UJIAN BAGI UMMAT AKHIR ZAMAN!

Dari mana dasar utama kita mengatakan bahwa DAJJAL adalah NABI ISA PALSU ? Yaitu dalam Sebuah Hadist dan Doa berikut ini :

“Allahumma innii ‘auudzubika min adzaabi jahannam, wa ‘adzaabilqobri, wa fitnatil mahyaa walmamaati, wamin syarril MASIHUDDAJJAL”

Artinya :
“Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka Jahannam, adzab kubur, fitnah hidup dan mati dan dari kejahatan MASIH ADDAJAL (HR. Nasa’i, Abu Daud, Trumudzi dan Ibnu Majah)

Doa ini sudah populer kan diantara kita? Bahkan kita mungkin diajari sejak kecil doa tersebut ?

Ada yang perlu digaris bawahi dalam kalimat DAJJAL dalam doa tersebut, Rasulullah saw menggelari DAJJAL dengan Al-Masih, apa itu Al-Masih ? Bukankah kata “AL-MASIH” tidak asing ditelinga kita? Bukankah AL-MASIH itu adalah GELAR YANG DISANDANG KEPADA NABI ISA (AS) ? tapi mengapa DAJJAL tersebut digelari AL-MASIH ? Apa sebetulnya arti dari AL-MASIH ?

Ada yang berpendapat bahwa AL-MASIH berasal dari “wazan fi’il madhi” = “Masaha” yang artinya “mengusap”atau “menghapus”. Namun tentu kita tidak berhenti mencari istilah AL-MASIH dari secara bahasa saja, karena sesungguhnya berasal dari bahasa Ibrani yang kemudian Istilah tersebut di arabkan. Dalam bahasa Ibrani kata ini muncul seperti dialek “Mesias (Mesiakh)”, dalam bahasa Inggris menjadi “Messiah”, yang menurut terminologi Bible bahwa Istilah MESIAS bermakna “Sebagai seorang yang terpilih dan ditunggu kedatangannya”.

Marilah kita sedikit mengulas kata MESIAS yang ada didalam The Bible berikut ini :

YESAYA (45 :1) : “Beginilah firman Tuhan, Inilah firman-Ku kepada MESIAS”, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya aku menundukan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu didepannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup”

MATIUS (16 : 20) : “Yesus melarang murid-muridnya supaya jangan memberi tahu bahwa ia MESIAS”

Sudah jelas kan bahwa AL-MASIH itu adalah gelarkan yang disandangkan kepada YESUS / NABI ISA (AS) ? (Yesus berasal dari bahasa Ibrani yakni Yesa, yang ketika dirubah menjadi dialek bahasa arab menjadi ISA)

Jadi tentu saja bahwa gelar AL-MASIH yang disandangkan pada DAJJAL pasti ada hubungannya dengan NABI ISA (AS) sebagai AL-MASIH, apalagi alasan ini lebih kuat jika kita melihat NABI ISA YANG ASLI yang akan turun ke bumi kelak diberikan Misi oleh Allah swt untuk membunuh Nabi Isa palsu alias AL-MASIH ADDAJAL.

Karena DAJJAL berhubungan erat dengan NABI ISA (AS), maka tentunya DAJJAL pun pasti berhubungan dengan apa-apa yang terkait dengan kisah dan latar belakang Nabi Isa seperti : Yerusallem, Bani Israil, yahudi dan Nasrani di dalam al-Qur’an.

Karenanya maka, marilah kita bahas terlebih dahulu DAJJAL dari mulai AWAL ZAMAN agar kita bisa menyambungkan sepak terjangnya hingga Akhir Zaman. Agar mudah difahami, saya akan buat Episode per episode yang tersurat dan tersirat di dalam al-Qur’an.

EPISODE PERTAMA : KISAH BANI ISRAEL BESERTA NABI DAN KERAJAANNYA SEBELUM KELAHIRAN NABI ISA (AS)

Berbicara soal “Bani Israel” maka tidak lepas dari berbicara mengenai Nabi-Nabi Allah dan Kerajaannya, dimana diantara nabi Allah ada yang menjadi Raja bagi kerjaaan Bani Israel yang mengalami pasang surut selama sepak terjangnya, sebagaimana hadist nabi SAW :

كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء كلما هلك نبي خلفه نبي، وأنه لانـبي بعدي وستكون خلفاء

“Dulu Bani Israil DIURUS (Urusan kehidupan mereka) oleh para nabi. Bila Wafat seorang Nabi berikutnya, diganti Nabi berikutnya. Tetapi tidak ada lagi Nabi stelahku. Akan tetapi ada para khalifah
(HR. Muslim dari Abi Hurairah ra)

Bani Israel adalah Keturunan Dari Nabi Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim (as) Dari mulai nabi Yakub as inilah cikal bakal Bani Israel (Anak Israel), sedangkan kata “Israel” adalah gelar kehormatan yang disandangkan kepada Yakub AS yang artinya “hamba Allah yang sangat ta’at”, dan Yaqub memiliki 12 orang putra, diantara salah satu versi menyebutkan sebagai berikut
1. Humen
2. Simeon
3. Lewi
4. Yahuda
5. Zabulan
6. Izakar
7. Dzan
8. Gad
9. Azair
10. Nafbali
11. Yusuf
12. Benyamin

• Dari Lewi (Putra ke-tiga yaqub) melahirkan keturunan nabi dan rasul >> Musa >> Harun >> Ilyas >> Ilyasa

• Dari Yahuda (putra ke-empat yaqub) melahirkan keturuana nabi dan rasul >> Daud >> Sulaiman >> Zakaria >> Yahya >> Isa

• Dari Benyamin (putra terakhir yaqub) melahirkan keturunan seorang nabi >> Yunus

• Sedangkan Yusuf (putra ke-sebelas yaqub) tidak melahirkan keturunan nabi dan rasul

Diantara putra Yaqub yang paling banyak melahirkan Nabi dan Rasul dan paling banyak berhijrah/nomaden adalah dari keturunan Yahuda. Hanya keturunan Benyamin >> Yunus saja-lah yang tetap menetap di Palestina/yerussalem.

Namun, dari keturunan LEWI lah yang melahirkan generasi penerus tahta kerajaan Bani Isrel Kelak, inilah silsialh keturunan LEWI putra ketiga dari Nabi Yaqub [as] :
1. Qahts
2. Imran
3. Harun (1423 SM)
4. Musa (1420 SM) >>Bani Israel berkata “angkat seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah”
5. Thallut (1050 SM )>>> Sebagai Raja Pertama Bani Israel
6. Daud (1010 SM) >>> Sebagai raja kedua bani Israel, Daud berwasiat bahwa penerus tahta kerajaannya adalah Sulaiman
7. Sulaiman (970 SM)

Karenanya maka, Bani Israel dan Yahudi adalah dua Istilah yang berbeda, Karena Bani Israel adalah sebutan bagi anak keturunan Yaqub secara umum, sedangkan nama Yahudi bisa diartikan “keturunan Yahudi”, karenanya maka dien Yahudi diamanahkan kepada Nabi Daud as. Dengan kata lain Bani Israel belum tentu Yahudi (karena Nasrani pun dari keturunan Bani Israel), sedangkan Yahudi sudah pasti Bani Israel.

Kemudian, disaat nabi Yusuf diangkat jadi Menteri Kebendaharaan Negeri Mesir (fir’aun), bani Israel sangat dihormati dan dimulyakan. Namun selepas wafat beliau, sikap fir’aun berubah 180 derajat, kaum bani Israel ditindas dan diperlakukan sebagai budak.

Untuk menyelamatkan dien Tauhid dan Kekejaman Raja Fir’aun, Allah swt mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun.
Setelah musa lolos dari kejaran fir’aun yang dibinasakan oleh Allah di laut merah, nabi musa dan pengikutnya hijrah ke Yerusalem untuk menyelamatkan dan menaklukan Bangsa kan’am yang saat itu mejadi penyembah berhala, namun mereka menolak ajakan Nabi Musa karena rasa takut (QS al-maidah : 24).

Atas pembangkangan ini, Allah mengharamkan mereka atas tanah yang dijanjikan, dan menjadikan mereka tersesat di gurun Sinai yang gersang selama 40 tahun.

(sedikit flash back : pada tahun 1900 SM sebelumnya, nabi Ibrahim as hijrah dari Babilonia ke Jerusalem untuk menghindari serangan dari raja namrud. Dan bangsa asli Yerusalem ada 3 bangsa, yaitu bangsa Kan’am, bangsa Umuria dan Bangsa Filistin yang berbahasa Ibrani dan menjadi cikal bakal nama “palestina”, jadi Bani Israel sesungguhnya bukan-lah bangsa asli Jerusalem)

Setelah Nabi Musa wafat, pemimpin kaum bani Israel diteruskan oleh Ilzar, kemudian diteruskan oleh Yusa.
Pada masa Yusa ini, bani Israel berhasil menaklukan bangsa kan’am dan Filistin yang menyembah berhala. Dari sini lah awal era keemasan bani Israel, untuk membentuk sebuah kekuatan baru, bani Israel mendirikan kerajaan yang dipimpin oleh Qoud, sebagai raja pertama. Qoud kemudian mewariskan tahta raja kepada Nabi Daud dan nabi Daud mewariskan kepada Nabi Sulaiman, di masa kerajaan Nabi Sulaiman lah puncak kejayaan kerajaan bani Israel, dengan membangun peradaban yang sangat mengagumkan dari mulai membangun Istana megah, bendungan dan Irigasi dan tempat peribadatan yang dikenal dengan nama “haikal sulaiman”.

Sepeninggalan nabi sulaiman, bani Israel terpecah belah menjadi kerajaan-kerajaan kecil-kecil, diantaranya yang paling dikenal adalah Kerajaan Sumeria dan Kerajaan Yahuda, Kerajaan Sumeria hancur setelah diserbu oleh raja Sarkeus dari Yunani, sedagkan Kerajaan Yahuda ditaklukan Nebukadnezar dari Babilonia, pada waktu itu Kuil Sulaiman pun dihancurkan, bangsa yahudi ditawan dan digiring ke babilonia, sebagian yang selamat melarikan diri ke berbagai penjuru dunia.

Sejak itulah, Ketika Bani Israel menjadi Budak di Babilonia (Iraq masa kini), rahib-rahib yahudi selalu meyakinkan kaumnya sebagai bangsa pilihan tuhan dan kelak tanah yang dijanjikan tuhan untuk :

1. Kembali Ke Yerussalem
2. Turunnya AL-MASIH sebagai pemimpin
Padahal sesungguhnya terusirnya mereka dari Tanah Yerusallem dan hancurnya kerajaan mereka dan kemudian jadi budak-budak di Babilonia, adalah bentuk hukuman dari Allah swt atas pembangkangan mereka, tapi mereka tidak menyadarinya, malah mereka makin arogan dengan merasa sebagai bangsa pilihan Tuhan dan mereka merasa bahwa Yerusalem adalah hak milik mereka dan harus direbut kembali dengan cara apapun.

EPISODE DUA : BANI ISRAEL MEMBANGKANG DAN MENOLAK NABI ISA (AS) SEBAGAI AL-MASIH
Berkaitan dengan terusirnya Bani Israel dari Yerussalem dan mereka dijanjikan akan kembali ke yerusalem pada waktu itu, serta menunggu kedatangan AL-MASIH. Marilah kita awali dengan ayat al-Qur’an berikut ini :
Allah swt berfirman (yang artinya) :

“Wahai kaumku! Masuklah ke Tanah Suci (al-ARDH AL-Muqaddasah) yang Allah berikan kepada kalian, dan janganlah kalian berpaling ke belakang dengan tercela, karena dengan begitu kalian akan merugi (diantara kehilangan hak tinggal di tanah suci/yerussalem). (QS Al-Maidah : 21)

Di dalam ayat tersebut, Allah menyatakan bahwa mereka bisa kembali ke Yerussalem atas hak tinggal mereka dengan Syarat mereka taat kepada tuhanNya dan tidak berpaling dari peringatannya.

Namun, Seseorang telah merubah kitab taurat untuk menghilangkan dan dalam kitab taurat sekarang berbunyi :

“Bukanlah karena kesolehan/keadilan bahwa Tuhan telah memberikan kamu tanah suci ini karena kamu adalah orang yang keras kepala”

setelah mereka kembali ke Yerussalem dari Babilonia (waktu itu), mereka tetap membangkang kepada tuhanNya, yakni menolak NABI ISA [AS] sebagai al-Masih. Padahal pada waktu itu, Allah masih memberikan mereka kesempatan untuk bertaubat kepada Allah dan kesempatan untuk kembali ke Yerusallem.

Bani Israel menolak Nabi Isa al-Masih dengan alasan bahwa Isa adalah (naudzubillah) anak Haram yang menuduh Bunda Maryam melakukan perzinahan (naudzubillahimindzalik), karena mereka berpendapat :

1. Tidak mungkin MESIAS/ALMASIH terlahir dari anak hasil perzinahan
2. Tidak mungkin pula bahwa Nabi Isa adalah MESIAS/ALMASIH akan membawa kejayaan sedangkan pada waktu itu posisi Bani Israel/Yahudi berada dibawah penjajahan Romawi.

Kemudian, atas penolakan dan kebencian Bani Israel/Yahudi terhadap NABI ISA (AS) yang jelas-jelas ASLI, mereka menghasut Romawi dan bekonspirasi untuk menghukum Nabi Isa (as), padahal sesungguhnya pada waktu itu Nabi Isa berjuang untuk membebaskan Yahudi dari Penjajahan Romawi, bukan untuk berdamai dengan Romawi sebagaimana yang tertuslis didalam al-Kitab :

MATIUS 10:34 : “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membwa damai diatas bumi, Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan Pedang”.

Kemudian terjadilah hukuman mati yang dilakukan Romawi kepada Nabi ISA (AS), Orang-orang yahudi tersebut merasa puas akan hukuman tersebut dan mengira bahwa Nabi Isa (AS) telah wafat karena penyaliban tersebut, namun sesungguhnya Allah swt telah meyakinkan kita di dalam al-Qur’an bahwa upaya penyaliban itu Gagal, sebagaimana firman Allah swt (yang artinya) :

“dan karena Ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS Annisa : 57)

ket : di ayat yang lain Allah swt menjelaskna bahwa Ia telah

menyelamatkan Nabi Isa [as] dan mengangakatnya ke langit.
atas pengingkaran Bani Israel untuk yang kesekian kali, setelah Allah telah memberikan kesempatan mereka berkali-kali, tindakan tersebut membuat Allah murka dan menghukum mereka untuk yang kedua kalinya setelah mereka menolak AL-MASIH YANG ASLI. Yakni HUKUMAN TERUSIR DARI YERUSALEM UNTUK KEDUA KALINYA, hukuman Allah yang kedua kalinya ini sangat berbeda dengan yang pertama, Hukuman yang Allah berikan kali ini adalah Berupa TIPU DAYA sebagai balasan dari TIPU DAYA yang telah mereka lakukan, Sebagaimana Firman Allah swt (yang artinya),

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu, dan Allah sebaik-baiknya pembalas Tipu daya” (QS Ali Imron : 54)

Lalu dengan cara apa Allah membalas tipu daya tersebut ?
Yaitu dengan cara memberikan kepda mereka seorang yang terus mereka tunggu hingga saat ini, yakni MESIAS bagi pemikiran mereka, padahal sesungguhnya MESIAS yang mereka tunggu adalah DAJJAL, karena ALLAH SWT telah menurunkan MESIAS YANG ASLI, yakni NABI ISA AS, yang kemudian ketika turnnya yang kedua kali kelak akan membunuh MESIAS PALSU yakni DAJJAL, atau dalam Eskatologi Kristen disebut “Anti-Christ”, AL-MASIH ADDAJJAL ini yang ditunggu oleh Mereka sebagai pemimpin NEGARA YAHUDI / ISRAEL RAYA yang akan mengembalikan Kejayaan di Yerusallem sebagaimana Masa kejayaan Kerjaaan Nabi Sulaiman as lalu.

Faktanya : pada tahun 1917 orang-orang Yahudi telah kembali ke YERUSSALEM melalui deklarasi BALFOUR pada tanggal 2 November tahun 1917 dan mendirikan NEGARA ISRAEL pada tahun 1948

Lantas bagaimana MISI DAJJAL dari mulai ZAMAN RASULULLAH SAW >> Kembalinya Yerusallem pada tahun 1917 >> berdirinya NEGARA ISRAEL tahun 1948 >>> SAMPAI MUNCULNYA KELAK?
Dan apakah ada hubungannya dengan Peranan Inggris yang mengembalikan Yahudi ke tanah Yerussalem ?

Nantikan pembahasannya di BAGIAN KE-EMPAT DARI ARTIKEL INI…

One thought on “Cara Membaca Kalimat “KAA-FA-RA” Di Kening Dajjal Bagian (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *